Home / HTML / Sejarah dan Perkembangan Bahasa HTML

Sejarah dan Perkembangan Bahasa HTML

HTML ikut menentukan arah dari Internet. Berbagai teknologi silih berganti hingga akhirnya menjadi HTML5 yang dikenal sekarang. Dalam bab ini saya mencoba membawa anda untuk mengenal sejarah HTML, mulai dari awal kemunculannya, serta berbagai aspek teknologi yang menyertai perkembangan HTML. Selain itu juga akan dibahas tentang

perkembangan web browser dan era ‘browser war’ yang cukup fenomenal. Sejarah HTML ini saya tulis dengan cukup panjang dan detail. Jika anda sudah tidak sabar ingin menulisHTML, silahkan lanjut ke bab berikutnya. Akan tetapi dari cerita ini kita bisa mengenal istilah-istilah teknologi yang menyertai perkembangan HTML, seperti SGML, XML, XHTML, W3C dan WHATWG.

1. Sejarah HTML

Tim Berners-Lee dan CERN

HTML dirancang pertama kali pada tahun 1989 oleh Tim Berners-Lee. Beliau merupakan seorang ilmuwan inggris yang saat itu bekerja di CERN. CERN sendiri sebenarnya bukanlah sebuah perusahaan teknologi atau organisasi yang berkaitan dengan internet. CERN adalah singkatan dari bahasa prancis: Conseil Européen pour la Recherche Nucléaire, atau terjemahan bebasnya: Komisi Eropa untuk Penelitian Fisika Nuklir. CERN terletak di perbatasan Swiss dan Perancis, yang dibentuk pada tahun 1954 sebagai lembaga penelitian bersama negara Eropa untuk Fisika Nuklir. Jika anda peminat iptek, CERN adalah tempat dimana particle accelerator terbesar di dunia berada, atau yang dikenal dengan Large Hadron Collider (LHC). Disinilah tempat penelitian fisika quantum dilakukan oleh ribuan peneliti dari seluruh dunia. Pada tahun 2012 yang lalu, CERN menjadi pusat perhatian kalangan akademis karena berhasil menemukan partikel higgs boson atau god particle yang selama ini menjadi teka-teki di dunia fisika.

Ide tentang HTML dikembangkan oleh Tim Berners-Lee dengan tujuan memudahkan sesama ilmuwan CERN untuk berbagi hasil penelitian. Peneliti CERN melibatkan berbagai universitas di banyak negara, sehingga perlu sebuah cara agar hasil penelitian dari sebuah universitas bisa dilihat dengan mudah oleh universitas lainnya.

2. Awal lahirnya HTML

Pada akhir tahun 1991, Tim Berners-Lee mempublikasikan dokumen yang berjudul: HTML Tags. Dalam dokumen ini, Tim membuat konsep sederhana tentang HTML yang terdiri dari
18 element. Daripada membuat standar bahasa baru, Tim Berners-Lee merancang HTML yang didasarkan kepada konsep bahasa markup yang dikenal dengan SGML (Standard Generalized Markup Language).

Penulisan tag HTML dengan kurung siku berasal dari konsep SGML ini. Dengan kata lain, HTML adalah salah satu implementasi dari SGML. SGML merupakan sebuah standar internasional untuk membuat dokumen dengan tanda (mark) seperti paragraf, list, heading, dan lain-lain. Tag HTML seperti <title>, <p>, <li>, dan <h1> sampai <h6> berasal dari SGML.

Namun tidak seluruh fitur yang ada di dalam HTML berasal dari SGML, salah satunya adalah: hypertext link. Atribut href di dalam tag <a> adalah murni hasil pemikiran Tim Berners-Lee. Inilah yang membedakan HTML dengan SGML.

Untuk menjalankan HTML, Tim Berners-Lee mengembangkan web browser pertama yang dinamakan dengan WorldWideWeb yang kemudian berganti nama menjadi Nexus. Ide tentang HTML ini dipublikasikan di dalam sebuah mailing list dan segera menjadi perhatian berbagai ilmuwan komputer di seluruh dunia.

Sejarah dan Perkembangan Bahasa HTML

3. HTML 1.0

Pada tahun 1993, web browser lain yang digunakan untuk menampilkan HTML mulai bermunculan. Beberapa diantaranya adalah: Lynx, Mosaic dan Arena. Tetapi karena belum tersedia sebuah standar baku bagaimana aturan HTML ditulis, masing-masing web browser mendefinisikan versi HTML mereka sendiri. Untuk mengatasi hal ini, Tim Berners-Lee dan rekannya Dave Raggett, mengajukan sebuah proposal berjudul: Hypertext Markup Language, Ver 1.0 kepada badan standarisasi IEFT (Internet Engineering Task Force). IEFT adalah badan standar internasional yang menangani arsitektur internet. Proposal inilah yang menjadi HTML versi 1.0. Namun draft HTML 1.0 ini gagal menjadi standar karena melewati batas waktu yang ditentukan oleh IEFT. Oleh karena itu, HTML versi 1.0 tidak pernah menjadi sebuah standar resmi.

4. HTML 2.0

Karena draft HTML 1.0 mengalami permasalahan, pada awal 1994 IEFT membentuk HTML Working Group (disingkat menjadi HTMLWG). HTMLWG bertujuan untuk menyempurnakan HTML yang sebelumnya diusulkan oleh Tim Berners-Lee dan Dave Raggett. Pada Juli 1994, HTML 2.0 resmi menjadi standar HTML pertama yang di-sah-kan oleh IEFT. HTML 2.0 memiliki spesifikasi yang didasari kepada draft HTML 1.0 dengan penambahan beberapa fitur baru yang telah banyak digunakan pada web browser saat itu. Sebagai contoh, web browser Mosaic yang menjadi web browser paling banyak digunakan, menambahkan tag <img> untuk menampilkan gambar. Tag <img> ini kemudian menjadi bagian dari standar HTML 2.0.

Pada tahun yang sama, Tim Berners-Lee membentuk World Wide Web Consortium (W3C), dengan misi mempopulerkan penggunaan HTML. W3C1 dan HTMLWG merupakan 2 organisasi yang terpisah dan sama-sama menangani standar HTML. Kedua badan ini pada awalnya mencoba untuk saling bekerja sama.

Sejarah dan Perkembangan Bahasa HTML

5. Perang Browser 1 (Browser War)

Pada November 1994, Marc Andreessen, salah satu programmer web browser Mosaic keluar dari NCSA dan mendirikan perusahaan Mosaic Communications yang kemudian berganti nama menjadi Netscape Communications Corp.

Netscape Communications Corp mengeluarkan web browser Netscape yang menjelma menjadi pemimpin pasar web browser pada saat itu. Tidak seperti sekarang di mana aplikasi web browser bisa di dapat dengan gratis, aplikasi web browser seperti Netscape merupakan aplikasi berbayar, sehingga banyak produsen software bersaing untuk menjadi yang terbaik. Sebuah era yang dinamakan browser war (perang browser) dimulai pada pertengahan tahun 1995 saat Microsoft merilis web browser IE 1.0 (Internet Explorer 1.0).

Era ‘browser war’ ini menyulitkan proses pembuatan web dengan HTML, karena programmer harus membuat 2 buah kode program untuk masing-masing web browser. Ini diperlukan karena sebuah tag HTML yang berjalan di Netscape, bisa jadi tidak tersedia di IE, dan begitu juga sebaliknya. Standar HTML versi 2.0 perlu perubahan!

6. HTML 3.0

Melihat kebutuhan akan standar HTML yang baru, pada petengahan tahun 1995, Dave Raggett yang saat itu bekerja sebagai peneliti di perusahaan komputer Hewlett-Packard (HP), mencoba mengajukan draft HTML 3.0 kepada badan standarisasi IETF. Akan tetapi karena draft HTML 3.0 mengalami banyak perdebatan (tentang fitur apa yang harus ada, dan fitur mana yang ingin dihapus, dll) HTML 3.0 akhirnya gagal menjadi standar. Permasalahan ini kembali ditangani oleh HTMLWG yang mencoba merumuskan ulang HTML 3.0 (sama seperti pada kasus pada HTML 1.0). Akan tetapi HTMLWG juga mengalami jalan buntu, dan berujung dengan pembubaran badan ini di akhir tahun 1996.

7. HTML 3.2

Nasib perkembangan HTML kemudian ditentukan oleh World Wide Web Consortium (W3C) yang didirikan oleh Tim Berners-Lee. W3C mencoba memperbaiki draft HTML 3.0 dan akhirnya pada Januari 1997, standar HTML 3.2 resmi dirilis oleh W3C (bukan lewat IETF sebagaimana standar HTML 2.0 sebelumnya).

HTML 3.2 menambahkan fitur baru seperti <table>. Dan telah mendukung pemisahan antara konten dengan tampilan. Untuk membuat desain tampilan website, W3C ‘mengeluarkannya’ dari HTML dan fungsi tersebut diserahkan kepada teknologi web lain yang dikenal dengan CSS.

Pada tahun 1997 ini juga, peta ‘browser war’ berubah secara dramatis. Pada Oktober 1997 Microsoft merilis Internet Explorer 4.0 yang dipaketkan ke dalam seluruh sistem operasi Windows secara gratis. Hal ini menandai dimulainya monopoli Microsoft di dalam pasar web browser. Sehingga secara perlahan tapi pasti, Netscape mengalami kemunduran.

8. HTML 4.0 dan HTML 4.01

Pesatnya perkembangan internet dan HTML, membuat W3C langsung mengajukan draft HTML versi 4.0 pada akhir tahun 1997. Pada Desember 1998, standar HTML 4.0 resmi di rilis oleh W3C. HTML 4.0 menyempurnakan penulisan tag , dukungan penuh untuk CSS, dan menambahkan fitur multimedia. HTML 4.0 juga datang dengan 3 variasi: Strict, Transitional, dan Frameset. Setahun kemudian, pada Desember 1999, HTML 4.01 dirilis untuk menyempurnakan beberapa error yang terdapat pada HTML 4.0. Perang web browser Netscape vs IE terus berkembang, keduanya berlomba menambahkan fitur baru selain standar HTML 4.01. Penulisan tag yang tidak standar juga banyak dipakai oleh kedua web browser. Melihat hal ini, W3C kembali mengembangkan versi perbaikan dari HTML 4.01. Akan tetapi karena keterbatasan yang ada di dalam HTML, W3C mencoba beralih ke konsep bahasa markup
lain, yang bernama XML. Tahun 1999 ini menjadi tahun dimana HTML mengalami ‘mati suri’, karena perkembangan HTML selanjutnya beralih ke XHTML.

9. XHTML 1.0

XHTML adalah singkatan dari (eXtensible HyperText Markup Language). Jika anda mengingat bahwa HTML menggunakan SGML sebagai dasar penulisan, maka XHTML mencoba keluar dari SGML untuk mengadopsi bahasa markup yang lebih ‘ketat aturan’, yakni XML (eXtensible Markup Language). Dengan kata lain, XHTML adalah versi HTML dari XML. Baik SGML dan XML sama-sama berasal dari kelompok bahasa markup yang penulisannya menggunakan tag-tag dengan kurung siku, namun XML memiliki aturan yang lebih ketat. Di dalam XML, seluruh tag harus ditulis dalam huruf kecil, setiap tag harus di tutup, dan setiap nilai atribut harus ditulis dengan tanda kutip. W3C berpendapat bahwa XHTML adalah bahasa web masa depan dan sebagai penerus dari HTML. W3C secara resmi mempublikasikan standar XHTML 1.0 pada Januari 2000. Tidak ada penambahan tag maupun fitur baru di dalam XHTML 1.0. Standar XHTML 1.0 hanyalah versi XML dari HTML 4.01. Seluruh tag yang ada pada HTML 4.01 juga tersedia di dalam XHTML 1.0.

10. XHTML 1.1

Segera setelah XHTML 1.0 dipublikasikan, W3C merilis standar XHTML 1.1 pada Mei 2001. Versi XHTML 1.1 ini memperkenalkan modul-modul untuk memisahkan bagian halaman XHTML. Aturan penulisan dan tag-tag yang di dukung juga lebih ketat dari XHTML 1.0. Tag-tag dan atribut yang berfungsi untuk tampilan tidak lagi didukung, karena hal ini seharusnya dibuat dengan CSS. Pada saat ini, gabungan XHTML dan CSS adalah aturan penulisan HTML yang ‘terbaik’. Berbagai buku dan referensi merekomendasikan penggunaan XHTML daripada HTML, karena dianggap lebih rapi dan ‘standar’.

11. Hasil Akhir Perang Browser 1

Perang browser juga sudah mereda dengan kekalahan telak Netscape. Pada tahun 2002, hampir 96% pasar web browser dimiliki oleh Microsoft dengan Internet Explorer. Era ini menandai akhir perang browser pertama yang dimenangi oleh Microsoft. Hal ini juga mengakibatkan berhentinya penambahan fitur baru pada web browser. Selama 5 tahun (2001 – 2006), Microsoft hanya merilis 1 versi IE, yakni IE versi 6 yang menjadi web browser default pada Windows XP. Setelah dikalahkan oleh Microsoft, Netscape kemudian merilis kode program web browser mereka dan memberikannya kepada sebuah badan non-profit: Mozilla Foundation.

12. XHTML 2.0

Melanjutkan perkembangan standar XHTML, selama Augustus 2002 sampai dengan Juli 2006, W3C mencoba membuat draft untuk generasi XHTML berikutnya, yakni XHTML 2.0. XHTML 2.0 adalah versi yang sepenuhnya baru, dan mencoba memutus rantai dengan HTML. XHTML 2.0 tidak lagi mendukung fitur-fitur yang sebelumnya ada pada HTML. Hal ini membuat mayoritas programmer web mengajukan protes. Menurut mereka, XHTML 2.0 tidak melihat kebutuhan web developer dan hanya berfokus kepada standar yang akan susah diimplementasikan. Masalah ini membuat pembahasan mengenai XHTML 2.0 mengalami perdebatan panjang dan terhenti. Di sisi web browser, setelah beberapa tahun Internet Explorer tidak memiliki kompetitor, penerus Netscape, Mozilla Firefox 1.0 dirilis pada tahun 2004 dengan gratis. Firefox secara perlahan mulai menjadi web browser alternatif dari IE. Situs sosial media seperti Digg, Facebook, dan Twitter juga mulai bermunculan.

13. WHATWG dan HTML5

Melihat arah XHTML yang tidak jelas dan ‘berhenti’ pada draft XHTML 2.0, beberapa programmer dari Apple, Mozilla Foundation dan Opera Software mendirikan Web Hypertext Application Technology Working Group, yang disingkat menjadi WHATWG pada tahun 2004. WHATWG berkeinginan untuk membuat standar HTML yang didasarkan kepada kebutuhan programmer dan web browser. Alih-alih menggunakan konsep XML dan XHTML, WHATWG memutuskan ‘membangkitkan’ kembali HTML 4.01 yang telah lama ditinggalkan. WHATWG kemudian merancang draft Web Forms 2.0 dan Web Apps 1.0 yang kemudian digabung menjadi HTML5. WHATWG sendiri bukanlah organisasi pesaing dari W3C, mereka sebenarnya berencana merampungkan proposal HTML5 untuk kemudian diserahkan kepada W3C.

Sementara WHATWG mengembangkan HTML5, W3C tetap meneruskan XHTML 2.0. Namun pada Oktober 2006, Tim Berners-Lee mengakui perpindahan dari HTML ke XHTML tidak berjalan seperti yang diharapkan. Beberapa bulan kemudian, W3C membentuk tim khusus dalam mengembangkan HTML 5 dengan menggunakan dasar-dasar HTML5 dari WHATWG. Sampai pada tahap ini, perkembangan HTML menjadi sedikit membingungkan, karena terdapat 3 versi kelanjutan HTML. Yang pertama dan kedua adalah XHTML 2.0 dan HTML 5 yang dikembangkan oleh tim W3C, dan yang ketiga adalah HTML5 yang dikembangkan oleh WHATWG (perhatikan bahwa HTML5 dan HTML 5 adalah 2 versi yang berbeda, dan penulisan keduanya hanya dibedakan dengan sebuah spasi!) Pada tahun 2009 W3C akhirnya memutuskan untuk menghentikan pengembangan XHTML 2.0 dan ikut mengembangkan HTML5 bersama WHATWG. Perkembangan web browser juga menjadi sesuatu yang menarik. Saat itu Mozilla Firefox berbagi pangsa pasar dengan IE. Mozilla Firefox mulai populer karena memiliki fitur yang beragam daripada IE (terutama karena memiliki fitur plugin). Bahkan pada Desember 2009, StatCounter (sebuah situs survey teknologi internet) menyatakan bahwa Mozilla Firefox telah menjadi web browser paling populer di dunia, mengalahkan IE.

Pada 11 desember 2008, Google memutuskan untuk merilis web browser Google Chrome. Bersama-sama dengan IE dan Mozilla Firefox, era browser war kedua dimulai.

Sejarah dan Perkembangan Bahasa HTML

14. HTML5 sebagai Living Standard

Terkait kelanjutan HTML5, WHATWG dan W3C saling bekerja sama untuk mengembangkan masa depan HTML. Pada Juli 2012, keduanya sepakat untuk ‘membagi tugas’. W3C mengembangkan standar tunggal HTML 5, sedangkan WHATWG mengerjakan apa yang disebut sebagai Living Standard HTML5. Konsep Living Standard adalah standar ini tidak akan pernah selesai dan selalu diupdate dan disempurnakan. Dengan demikian fitur-fitur baru dapat langsung di terapkan tanpa menunggu pengesahan dari W3C. Dari sisi web programmer, Living Standar HTML5 ini menjadi tantangan tersendiri. Karena mengharuskan kita untuk selalu update dengan fitur terbaru HTML5, serta mencari tahu web browser mana saja yang telah mendukung fitur tersebut. Akhirnya setelah penantian yang panjang, pada tanggal 28 October 2014, standar HTML5 resmi dirilis oleh W3C.

15. HTML 5.1, HTML 5.2 dan HTML 5.3

Segera setelah standar HTML 5 diserahkan oleh WHATWG, W3C langsung bekerja untuk mengembangkan spesifikasi HTML 5. Standar HTML 5.12 di rilis sebagai rekomendasi pada bulan November 2016 dan diupdate pada 3 October 2017. Isinya berupa perbaikan bug serta penambahan fitur seperti tag <menu> dan<menuitems>, input type month, week dan datetime-local untuk form, atribut srcset dan sizes untuk tag <img>, <picture> element, serta <dialog> element. Berikutnya pada 14 Desember 2017, W3C secara resmi merilis HTML 5.23. Selain perbaikan bug, tidak banyak penambahan tag baru dalam spesifikasi ini. Malah tag <keygen>, <menu> dan<menuitems> yang sebelumnya ditambahkan oleh HTML 5.1 akan dihapus. Penambahan fitur baru lebih banyak ke dalam kategori advanced yang melibatkan JavaScript. Pengerjaan standar HTML 5.34 segera dimulai setelah HTML 5.2. Rencananya, HTML 5.3 akan menjadi rekomendasi final pada akhir tahun 2018. Fuihh… demikianlah sejarah panjang dan perkembangan HTML dari awal kemunculan hingga HTML5. HTML5 ibarat tokoh hero yang kembali bangkit setelah 15 tahun ‘mati suri’ karena ditinggalkan oleh W3C (sempat digantikan oleh XHTML).

16. 2.2 Teknologi dan fitur baru dalam HTML5

Selain menyempurnakan versi sebelumnya, HTML5 juga membawa fitur baru ke dalam HTML. Jika selama ini HTML hanya digunakan untuk membuat struktur web, HTML5 membawa berbagai teknologi baru untuk membuat web menjadi lebih powerful. Kita akan melihat sekilas apa saja fitur-fitur baru yang dibawa oleh HTML5. Secara garis besar, standar HTML5 terdiri dari 3 bagian: HTML5 markup, HTML5 API, dan teknologi yang berkaitan dengan HTML5.

  • HTML5 markup adalah konsep HTML yang telah ada selama ini, yakni kode yang digunakan untuk membuat struktur halaman web. Untuk fitur ini, HTML5 menambahkan
    berbagai tag baru seperti <header>, <footer>, <aside>, <figure>, <article>, <audio>, dan <video>.
  • HTML5 API (Application Program Interface) adalah modul teknologi yang relatif baru. Untuk dapat menggunakannya, kita harus menggunakan bahasa pemrograman JavaScript. Beberapa fitur HTML5 API adalah: Geolocation, Drag/Drop, LocalStorage, Web Workers dan Server-Sent Events.
  • Karena efek pemasaran HTML5 yang cukup ‘wah’, terdapat beberapa teknologi yang sering dianggap menjadi bagian dari HTML5. Teknologi tersebut seperti: CSS3, SVG, dan MathML. Walaupun sepenuhnya terpisah, teknologi ini digunakan bersamaan dengan HTML sehingga sering dianggap sebagai bagian dari HTML5.

Sejarah dan Perkembangan Bahasa HTML

 

About admin

Check Also

Sejarah dan Perkembangan Bahasa HTML

Belajar HTML – Title Element

Tag <title> mungkin menjadi tag paling penting di bagian <head>. Tag ini berfungsi untuk menampilkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *